Kenangan Abadi

Jakarta, 20 Agustus 2006

Kau Anugrah Terindah

Ya Tuhan
Dia t'lah melumpuhkan aku
Mematahkan pergelangan tangan dan kakiku
Mematahkan sendi sendi dan urat nadiku
Merontokan semangatku


Senyumnya
Menggerogoti tulang sum-sum mudaku
Aku terkapar tak berdaya
Hanya memandang lukisan fotomu
Aku terpaku kaku
Kau memang anugrah terindah yang tercipta untukku.....

 

 

 

Jakarta, 21 Agustus 2006

Tak Ada yang Mampu Menggantikan Hadirmu

Seribu bintang beku..
Menangis meratapi topang daguku

Seribu wajah bisu..
Hilang tertinggal ku sendiri

Sehelai rumput bergoyang memaksaku berbaring
Dingin hanya terbawa pekat


Seribu bintang hanya terdiam.
Dan tak mengerti apa yang ku tunggu

Rembulanpun penat tuk berbagi cahaya-
Hingga ku tertinggal bersama dinginnya malam"

Masih ku tunggu..
Dirinya..
Kemana dia berada?

Ah..
Hanya halusinasi saja
Membuatku berpikir kau tlah hadir..

Dan ku masih menantikan hadirmu........

 

 

 

Jakarta, 28 Agustus 2006

Kita Takkan Terpisah

Biarlah celotehan itu memanggang kita
Biarlah tajam kata mereka menusuk kita
Aku tak perduli

Ku butakan mataku
Ku patahkan sayapku
Ku tulikan telingaku
Ku putihkan hatiku

Ku yakin aku tlah memiilihmu dengan tepat
Takkan ada keraguan terhadap yang ku dapat

Kupastikan wanita mimpiku itu adalah engkau
Kubiarkan bayanganmu menyatu dengan aliran nadiku
Menguasai malamku
Dan menghapuskan mimpi burukku

Aku yakin engkau
Bidadari dalam mimpi itu
Aku takkan menyesali

Walau hanya dalam mimpi
Kau yang terakhir untuk selamanya
Aku takkan pernah berhenti tuk berfikir
Hanya engkau!

 

 

 

Jakarta, 30 Agustus 2006

Engkau adalah

Kau hanya sebilah pisau
Mencoba melukai aku
Dalam dekatnya hatiku pada jiwamu
Pekatnya lara dalam endapan cinta ....

Jangan coba merayuku dengan bola matamu yang indah
Dan jangan coba merayuku dengan tatapan bidadarimu
Karna semua takkan mampu menundukan hatiku


Satu hal yang pasti dan mesti.
Kau mampu membunuhku dengan senyummu..
Dalam ibamu meratapku oleh bibir manismu
Tiada hal yang ingin terbagi selain denganmu..
Menjadi belahan hatimu....
Rebahan keluhku dalam belaianmu
Aku sayang padamu....

 

 

 

Jakarta, 31 Agustus 2006

Bukan Sebuah Kenangan

Aku bukan sebuah knangan
Dalam setapak renungan aku punya harapan
Akulah yang punya cinta yang dalam..
Dalam keramaian pedih yang berselimut selalu
Rindu mengabadikan sebuah kenangan lalu
Aku masih cinta kamu
Karna Dia telah menganugrahkan cinta tiada akhir..
Untukmu....
dan bagiku....

 

 

 

Jakarta, 2 September 2006

Aku Menangis Lagi....

Takdir waktu....
Harus menghapus bayangan itu
Saat benci ku sendiri
Biarkan aku sepi di keheningan malam
Mengenang mimpi walau menyakitkan
Tak berarti ku harus menangis
Selalu lekat bersama sepi lalui malam tanpamu
Ku tak terbiasa dengan semua ini
Menikmati waktu bersama luka luka....

 

Haruskah kumenangis malam ini ?

Terlalu lelah mata ini

Meneteskan butir demi butir

Kepedihan yang terbiaskan sepi